
Hati lembut, seolah-olah ia bagaikan tanah yang subur, mudah di olah untuk bercocok tanam. Kelembutannya menjadikan tanaman hidup subur, akar umbi mudah menjalar kemana mana ![]()
Hati yang lembut adalah lapak yang baik untuk menerima segala ajaran dan peringatan dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, menyambut baik semua nasihat. Malah hati yang lembut juga adalah jambangan yang subur bagi iman, bagi tertegaknya sifat-sifat taqwa yang membawa kebahagiaan hidup di dunia dan lebih-lebih lagi di akhirat.
Hati yang keras itu biasanya dikaitkan dengan pengaruh syaitan atau iblis, kerana iblis itu dijadikan daripada api, api itu memberi kesan buruk terhadap hati. Apabila hati sudah keras, menyebabkan sukar untuk mendengar dan membenarkan firman Tuhan, sulit untuk menerima nasihat Rasul.
Orang-orang yang beriman itu dikehendaki agar berusaha untuk mencari sesuatu yang dapat melembutkan hati, menjauhkan dari perkara yang bisa mempengaruhi hati dari nasihat Allah dan rasul-Nya.
Kehidupan di dunia terlalu banyak perkara yang bisa mempengaruhi hati sehingga bisa melalaikannya dari mengingati Allah, dunia adalah di antara anasir yang boleh mempengaruhi hati. Yang dimaksudkan dengan dunia ialah setiap perkara yang tidak membawa kebaikan kepada manusia di akhirat, inilah dunia yang dipandang tidak berharga oleh Rasulullah s.a.w.
Dunia bukanlah terhenti kepada persoalan benda, karena ada ketika urusan akhirat akan terganti menjadi dunia. Sebagai contoh, ibadah solat adalah suatu kefardhuan dari Allah, walau bagaimanapun apabila solat itu didirikan karena mau menunjukkan kepada manusia [ ria ]maka solat yang demikian itu tidak mendatangkan kebajikan untuk kehidupan diakhirat, bahkan Allah menjanjikan neraka kepada orang yang karena urusan akhiratnya sudah terganti menjadi dunia.
Rasulullah s.a.w merasa heran dengan sikap sebagian manusia yang sering menngaku ‘ini harta aku, ini milik aku’, mereka bangga dengan dunia dan harta yang di’aku’ nya itu.
Sedangkan harta itu menurut Rasulullah s.a.w hanya terbagi menjadi tiga.
Pertama, harta yang fana atau punah, yaitu harta yang dimakan.
Harta itu setelah masuk ke dalam perut manusia akhirnya ia akan dikeluarkan menjadi najis, setelah itu tidak ada seorangpun yang berbangga dengan najis itu, malah tidak ada yang mau mengakui sebagai miliknya lagi.
Kedua, harta yang akan buruk, seperti pakaian, kendaraan dan sebagainya. Semua harta tersebut akan melalui proses keusangan, dan setelah ia buruk tidak ada siapa yang menghendakinya lagi. Pakaian buruk mungkin akan jadi lap kaki, jika kendaraan buruk akan menjadi besi karat dan terbuang.
Ketiganya ialah harta yang diberikan kepada manusia, sama ada dalam bentuk nafkah atau sedekah dan hadiah, harta itu adalah harta simpanan bagi seseorang. Walaupun pada zahirnya harta tersebut sudah berganti hak milik karena diberikan kepada orang lain, namun pada hakikatnya harta tersebut adalah merupakan saham atau tabungan bagi seseorang di sisi Allah Subhanahu wa Taala yang berupa ganjaran pahala.
Harta yang ketiga itulah sebenar-benar harta yang menjadi milik seseorang di sisi Allah Taala, selain dari itu hanyalah dunia yang akan binasa atau menjadi usang dan tidak berguna lagi.
Ilustrasi Picture : “Zen Gallery“



Feb 24, 2012 @ 11:37:15
saya menyukai tulisan ini gan ..
saat membaca nya hati saya tersentuh ..
Jun 26, 2011 @ 17:55:35
subhanallah, harta hakiki adalah harta untuk memberi…
oya, afwan, ana izin save gambar2 di blog ini ya.. jazakumullah khairan katsir
Jun 23, 2011 @ 20:17:21
subhanalloh…
Jun 23, 2011 @ 00:00:06
mantap nya…. ********
May 17, 2011 @ 13:34:24
Berbahagialah bagi yang mempunyai kelembutan HATI,dan selalu berusaha melembutkan HATI,karena ALLAH maha LEMBUT dan mencintai KELEMBUTAN,
Berbahagia pula bagi orang orang yang mencintai KEINDAHAN,karena ALLAH dan mencintai KEINDAHAN,
Rasa adalah bagian nikmat yg besar dari ALLAH yang bisa menghidupkan suasana HATI menggelorakan semangat ,meneduhkan jiwa,Rasa yang indah rasa penuh KELEMBUTAN adalah rasa yang membuat kita bisa merasakan kehangatan dan keagungan ALLAH,
Ayat ayat Alqur’an adalah pelembut hati,pengetar jiwa penggelora semangat.
May 17, 2011 @ 13:03:51
Hati lembut, seolah-olah ia bagaikan tanah yang subur, mudah di olah untuk bercocok tanam. Kelembutannya menjadikan tanaman hidup subur, akar umbi mudah menjalar kemana mana
Hati yang lembut adalah lapak yang baik untuk menerima segala ajaran dan peringatan dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, menyambut baik semua nasihat. Malah hati yang lembut juga adalah jambangan yang subur bagi iman, bagi tertegaknya sifat-sifat taqwa yang membawa kebahagiaan hidup di dunia dan lebih-lebih lagi di akhirat.
Hati yang keras itu biasanya dikaitkan dengan pengaruh syaitan atau iblis, kerana iblis itu dijadikan daripada api, api itu memberi kesan buruk terhadap hati. Apabila hati sudah keras, menyebabkan sukar untuk mendengar dan membenarkan firman Tuhan, sulit untuk menerima nasihat Rasul.
Orang-orang yang beriman itu dikehendaki agar berusaha untuk mencari sesuatu yang dapat melembutkan hati, menjauhkan dari perkara yang bisa mempengaruhi hati dari nasihat Allah dan rasul-Nya.
Kehidupan di dunia terlalu banyak perkara yang bisa mempengaruhi hati sehingga bisa melalaikannya dari mengingati Allah, dunia adalah di antara anasir yang boleh mempengaruhi hati. Yang dimaksudkan dengan dunia ialah setiap perkara yang tidak membawa kebaikan kepada manusia di akhirat, inilah dunia yang dipandang tidak berharga oleh Rasulullah s.a.w.
Dunia bukanlah terhenti kepada persoalan benda, karena ada ketika urusan akhirat akan terganti menjadi dunia. Sebagai contoh, ibadah solat adalah suatu kefardhuan dari Allah, walau bagaimanapun apabila solat itu didirikan karena mau menunjukkan kepada manusia [ ria ]maka solat yang demikian itu tidak mendatangkan kebajikan untuk kehidupan diakhirat, bahkan Allah menjanjikan neraka kepada orang yang karena urusan akhiratnya sudah terganti menjadi dunia.
Rasulullah s.a.w merasa heran dengan sikap sebagian manusia yang sering menngaku ‘ini harta aku, ini milik aku’, mereka bangga dengan dunia dan harta yang di’aku’ nya itu.
Sedangkan harta itu menurut Rasulullah s.a.w hanya terbagi menjadi tiga.
Pertama, harta yang fana atau punah, yaitu harta yang dimakan.
Harta itu setelah masuk ke dalam perut manusia akhirnya ia akan dikeluarkan menjadi najis, setelah itu tidak ada seorangpun yang berbangga dengan najis itu, malah tidak ada yang mau mengakui sebagai miliknya lagi.
Kedua, harta yang akan buruk, seperti pakaian, kendaraan dan sebagainya. Semua harta tersebut akan melalui proses keusangan, dan setelah ia buruk tidak ada siapa yang menghendakinya lagi. Pakaian buruk mungkin akan jadi lap kaki, jika kendaraan buruk akan menjadi besi karat dan terbuang.
Ketiganya ialah harta yang diberikan kepada manusia, sama ada dalam bentuk nafkah atau sedekah dan hadiah, harta itu adalah harta simpanan bagi seseorang. Walaupun pada zahirnya harta tersebut sudah berganti hak milik karena diberikan kepada orang lain, namun pada hakikatnya harta tersebut adalah merupakan saham atau tabungan bagi seseorang di sisi Allah Subhanahu wa Taala yang berupa ganjaran pahala.
Harta yang ketiga itulah sebenar-benar harta yang menjadi milik seseorang di sisi Allah Taala, selain dari itu hanyalah dunia yang akan binasa atau menjadi usang dan tidak berguna lagi.
Nov 29, 2010 @ 19:38:22
saya menyukai ini…
Nov 10, 2010 @ 17:41:24
Ya Allah..Lembutkanlah hatiku dalam menghadapi bermacam sikap dari sebagian hambamu..Pedih perih hati ini sebagai bentuk ujianMu..semoga aku sabar…Aminn..mohon izin share..terima kasih..salam
Oct 05, 2010 @ 22:19:26
assmkm tulisan diblog anda sangat menyejukan hati,mohon izin share keteman teman fb..wassalam ………hen koto
Sep 03, 2010 @ 15:24:03
Assalaamu’alaikum saudara Zen Abdurrahman
salam kenal dari saya.
Blog saudara cukup menyejukkan hati dan enak membaca tulisan yang memberi kedamaian. saya menyukai tulisan saudara.
Hati yang lembut selalu dapat mengalahkan singa yang lapar.
salam mesra dari Sarawak.
Sep 03, 2010 @ 13:28:09
semoga setiap orang mengerti akan apa itu kelembutan hati.
Sep 02, 2010 @ 22:58:34
Semoga aku selalu mempunyai hati yang lembut, agar ku dicintai oleh Yang Maha Lembut dan Yang Maha Memiliki Hati. Amin Allahumma Amin…
Sep 02, 2010 @ 22:56:41
Semoga ku mempunyai hati yang penuh dengan kelembutan, agar dicintai pula oleh Sang Pemilik Hati dan Sang Maha Lembut. Amin Allahumma Amin.
Sep 02, 2010 @ 20:42:50
maka dari itu berhati-hatilah dengan hati…
sebab bisa saja hati itu lembut jika kita dapat menundukkannya dan bisa jadi hati itu keras apabila hati tidak pernah disirami oleh lafadz allah…
(lama tak berkunjung ke blog akhi, makin tambah keren aja
)
Sep 02, 2010 @ 20:06:54
semoga hati kita terlahir untuk menjadi hati yang lebut …
kata-kata yang luar biasa, kak …
salam akrab dari burung hantu ,,,
Sep 02, 2010 @ 09:17:26
semoga aku bisa mendapatkan hati yang lembut seLembut sutera, jauh dari godaan setan dan ibLis…
Sep 02, 2010 @ 01:56:43
hati yang lembut
wajah yang penuh senyum
dan aklak yang mulia
Sep 01, 2010 @ 11:34:41
Berbahagialah bagi yang mempunyai kelembutan HATI,dan selalu berusaha melembutkan HATI,karena ALLAH maha LEMBUT dan mencintai KELEMBUTAN,
Berbahagia pula bagi orang orang yang mencintai KEINDAHAN,karena ALLAH dan mencintai KEINDAHAN,
Rasa adalah bagian nikmat yg besar dari ALLAH yang bisa menghidupkan suasana HATI menggelorakan semangat ,meneduhkan jiwa,Rasa yang indah rasa penuh KELEMBUTAN adalah rasa yang membuat kita bisa merasakan kehangatan dan keagungan ALLAH,
Ayat ayat Alqur’an adalah pelembut hati,pengetar jiwa penggelora semangat.
Sep 01, 2010 @ 11:27:34
Harus sering2 baca doa Rabithah
Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
dst
Sep 03, 2010 @ 16:54:52
Amin Ya Rabb…
maaf saya jarang online,kesibukan di akhir bulan ramadhan cukup menyita,